Friday, November 29, 2013

Review: Stained by Sharpie & Pentel Fabric Fun Pastel Dye Sticks



Today is product review day. Saya sudah cukup lama beli kedua produk ini, tapi baru sekarang kesampaian ngetes. I KNOW I'm so late already to write a review about these two products (hello, everybody uses sharpie ;)) tapiii tapiih karena ini kali pertama saya menggunakan keduanya, saya gatal ingin menuliskan catatan pribadi saya tentang penggunaannya. So please let me :)

Yang pertama saya coba fabric crayons dari Pentel, kebetulan masih ingat belinya di sebuah office&stationery shop deket 21cineplex di Lippomall Kemang seharga Rp 35.000. I really don't know whether it's a good price, tapi pas saya kesana tokonya sedang cuci gudang.

Untuk percobaan ini saya menyiapkan test piece dari kain blacu. Menurut petunjuknya, cara terbaik untuk mendapatkan warna yang tebal dan rata adalah dengan menggunakan sapuan ke satu arah. Setelah selesai, supaya permanen setrika bagian yang diwarnai dengan dilapisi kain di atasnya. Penting: pakai baju/kain bekas, karena residu crayonnya bisa nempel di kain pelapis. Saya seenak jidat pakai kaos orang rumah yang ada deket meja setrikaan, dan jeng jeeeng ada bekasnya! Hiikks :(

Enaknya produk ini, jika ada bagian yang salah atau ingin diulang, crayon ini washable selama belum terkena panas setrika. Segera cuci dengan sabun, setelah itu kita bisa mengulangi gambar sesuai selera.

Saya pernah baca review bahwa produk fabric crayons dari Crayola juga bagus. I'll test it out later untuk perbandingan lah.

Yang kedua adalah produk Stained by Sharpie. Sebetulnya banyak produk fabric marker di pasaran, tapi saya pilih yang ini. Penasaran aja karena sejuta ummat pakai produk ini. Harganya cukup mihing di Gramedia Jakarta, yakni Rp 20.000/buah. I made a mental note untuk beli sharpie di Singapore next time, karena pernah liat di Jurong Point harganya SGD 1.20 sajah....

Pakai spidol jelas lebih enak untuk menggambar detail. Sayangnya Stained cuma tersedia dalam 8 warna, yaitu hitam, biru, merah, hijau, ungu, kuning, pink dan orange. Ya cukup sih kalo cuma buat doodling.
Enaknya pakai marker, tidak perlu proses setrika dan cuci. Tapi di test piece saya sempat kecewa dengan hasil goresan yang rembes. Kemungkinan besar gara-gara saya menggunakan kain blacu, karena begitu saya coba di kain katun hasilnya lebih rapi.

Pertanyaan selanjutnya: bagaimana hasilnya jika saya menggambar pakai Stained di atas permukaan yang sudah diwarnai pakai crayon?

Ini dia hasilnya. Pada saat belum disetrika maupun dicuci, hasil goresan Stained masih cerah dan tebal. Setelah disetrika dan dicuci, warnanya agak pudar. Nggak pudar banget sih, tapi kelihatan kan ya bedanya?




Nah, lain lagi jika dibandingkan dengan hasil goresan langsung di atas kain tanpa dilapisi warna crayon. Gambar cumi-cumi oren ini saya buat dengan menggunakan Stained terlebih dahulu, kemudian baru diisi warna dengan crayon. Setelah dicuci pun hasilnya masih cukup tebal. Kesimpulan saya, Stained lebih bagus digunakan di atas permukaan kain langsung.


Saya malah jadi penasaran, jika dilapisi crayon terlebih dahulu apa jangan2 lebih bagus produk Sharpie permanent marker yang biasa ya? Hehe. Until next experiment, then.